Kita Indonesia – Buleleng, Suasana duka masih menyelimuti Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut dan menelan empat korban jiwa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mencatat, sedikitnya 34 rumah rusak, 11 desa terdampak, serta jaringan air bersih dan satu fasilitas umum ikut hancur. Operasi pencarian korban yang hilang, Putu Wini Lestari (17), resmi dihentikan setelah tujuh hari pencarian Kamis (12/3/2026)
Ajus Linggih Beri Atensi Khusus
Menyikapi tragedi ini, Ketua Komisi II DPRD Bali, Bagus Pratiksa Linggih (Ajus Linggih), turun langsung ke lokasi bencana dan menyerahkan bantuan kepada warga dan menyaksikan kondisi rumah-rumah yang rata dengan tanah, termasuk milik keluarga korban (10/03/2026). Ajus Linggih menegaskan bahwa bantuan logistik saja tidak cukup. Ia mendesak pemerintah daerah dan provinsi segera menyiapkan program relokasi warga yang tinggal di bantaran sungai, karena wilayah tersebut sangat rawan bencana.
“Keselamatan nyawa masyarakat adalah prioritas utama. Pemerintah harus segera menyediakan lahan pemukiman baru agar warga tidak lagi dihantui rasa waswas setiap musim hujan,” ujarnya dengan nada haru.
Ajus : Manfaatkan Lahan Kosong Pemprov
Legislator muda asal Bumi Panji Sakti Buleleng itu juga menyoroti adanya lahan kosong milik pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat terdampak. Ia berkomitmen mengawal proses ini di tingkat legislatif agar masyarakat Banjar mendapat hunian yang lebih aman.
“Saya sangat berharap Gubernur Bali dan Bupati Buleleng segera berkolaborasi merumuskan program perumahan bagi masyarakat Banjar yang terkena bencana. Jika ada lahan Pemprov yang memungkinkan, saya pribadi akan memperjuangkan hak masyarakat di sana demi masa depan yang lebih aman,” pungkas Ajus Linggih selaku Anggota DPRD Bali Fraksi Golkar Buleleng
Tragedi banjir bandang ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah untuk mengevaluasi tata ruang pemukiman di daerah rawan bencana demi mencegah jatuhnya korban jiwa di masa mendatang.
