Kita Indonesia.com, Denpasar – DPD Golkar Bali tengah menyiapkan program komprehensif untuk memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Bali. Melalui inisiatif yang disebut “Lentera Karya Rakyat”, Partai berlambang pohon beringin ini fokus pada pendampingan digital dan akses pasar bagi para kadernya yang memiliki usaha.
Anak Agung Ayu Arina Saraswati Hardy yang akrab dipanggil Gek Arina, selaku Koordinator program menjelaskan bahwa langkah awal dimulai dengan pemetaan (mapping) digital melalui pengisian Google Form yang akan dibuka hingga 31 Mei 2026.

Langkah ini bertujuan untuk mengelompokkan UMKM ke dalam:
- Pengelompokan spesifik sektor :
Kuliner, Jasa ( MC, instruktur senam ), Fashion, Pertanian / urban farming, Kreatif (event, konten, dll) - Pengelompokan berdasarkan kesiapan bisnis (business readiness) ;
Pre start up (Pemula),
Start up (Baru jalan),
Growht (Berkembang),
Scale up (Siap ekspansi)
dengan empat kategori utama, yaitu Food and Beverage (F&B), Fashion, Handicraft, dan Jasa.
”Kita tidak hanya mengejar keuntungan semata (profit oriented), tetapi lebih fokus pada promosi dan pembinaan agar UMKM ini mandiri dan bisa naik kelas,” ujar Gek Arina yang diwawancara saat berkunjung ke ruang Badan Media Penggalangan Opini (MPO) usai Rapat pengurus Badan Pemberdayaan UMKM dan Koperasi ( BPUK ) Golkar Provinsi Bali, Senin (4/5/2026).
Syarat Ketat dan Pendampingan Profesional
Meski terbuka bagi kader, program ini menerapkan seleksi awal yang cukup ketat, termasuk pemeriksaan KTP Bali untuk memastikan basis suara dan verifikasi BI Checking. Hal ini dilakukan agar para pelaku usaha memiliki fondasi yang kuat saat nantinya dihubungkan dengan akses permodalan melalui perbankan seperti BRI, BPD, maupun rencana pembentukan koperasi serba usaha di internal Golkar.
Pendampingan dan pembinaan akan disesuaikan dengan pengelompokan, seperti:
PRE-STARTUP
Fokus :
dari “bingung” jadi “punya arah jelas”,
Bentuk pembinaan:
Kelas mindset & pola pikir bisnis
START UP
Fokus :
dari “mulai” jadi “jalan
Bentuk pembinaan :
– Branding & penentuan harga
– Pembuatan produk (quality control)
– Cara jualan (offline + online dasar)
GROWTH
Fokus :
dari “jalan” jadi “stabil & berkembang”
SCALE UP
Fokus :
dari “stabil” jadi “besar & berkelanjutan”
Selanjutnya pendampingan juga akan dilakukan untuk bidang seperti :
- Penyusunan legalitas usaha (NIB dan OSS).Fasilitasi sertifikasi halal bagi produk makanan.
- Pelatihan pemasaran digital, pembuatan konten Instagram, hingga manajemen paket produk.
- Pendampingan hukum melalui Bakumham untuk urusan legalitas.

Terobosan Pasar Modern dan “Sunday Market”
Gek Arina yang pernah menjabat sebagai anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Probinsi Bali menerangkan salah satu poin menarik dari program ini adalah adanya akses jalur distribusi langsung ke pasar modern. Saat ini, jaringan toko ritel Circle K dan M-Mart telah menyatakan kesiapannya untuk menampung produk UMKM binaan, seperti telur Omega-9, fillet dada ayam, buah, sayur, dll.
Sebagai wadah pelatihan langsung, Golkar Bali juga berencana menggelar “Sunday Market” secara rutin setiap dua minggu atau satu bulan sekali. Lokasi yang disiapkan mencakup kantor DPD Partai Golkar Se-Bali hingga lokasi mitra seperti Sraddha Coffee.
”Kami ingin membangun komunitas UMKM yang solid, dalam waktu empat setengah tahun ke depan kami optimis gerakan ini akan memberikan dampak nyata bagi pelaku ekonomi kelas kecil menengah masyarakat Bali,” tutup Anak Agung Ayu Arina Saraswati Hardy.
