Mentri P2MI : Banyak peluang kerja di luar negeri, Golkar Bali : Bangun Sekolah Vokasi Di Luar Bali Selatan

DPD Partai Golkar Provinsi Bali mengikuti kegiatan Talk show yang digelar oleh Bidang Kebijakan Hukum & HAM DPP Golkar dengan tema “Selangkah menuju karir global, Bangun fondasi wujudkan mimpi”, Kamis 7 Mei 2026.

Nampak Gde Sumarjaya Linggih selaku Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali beserta jajaran pengurus mengikuti Talk Show yang menghadirkan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) , Drs. H. Mukhtarudin, selaku keynote speaker tersebut melalui jalur zoom meeting.

Jajaran Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali mengikuti Talk Show dengan seksama melalui Zoom

Sekjen Golkar : PMI adalah perantau

Acara yang digelar di Aula Graha Golkar Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta ini menghadirkan Tengku firmansyah, selaku Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Kanada sebagai professional welder, Prayoga Wiradisuria selaku Director Indonesian Business Council dengan dipandu langsung oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, S.E., S.H., M.H.

Tampil di awal memberi sambutan, Sekjen Partai Golkar, M. Sarmuji, S.E., M.Si. Pria yang mengawali karir politik sebagai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini menyampaikan jika PMI sejatinya adalah perantau.

“Dalam ilmu agama merantau itu dianjurkan, karena dengan merantau kita menambah wawasan baik keilmuan maupun pekerjaan,” papar M. Sarmuji.

Dirinya menegaskan dukungannya kepada PMI bukan dalam konteks “kabur saja ke luar negeri” tapi tentang bagaimana kita memanfaatkan kesempatan akses yang lebih baik di luar negeri.

Sekjen Partai Golkar, M. Sarmuji, S.E., M.Si.

Mentri PNegeri : Ada Ratusan Ribu Peluang Kerja di Luar Negeri

Selanjutnya Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) , Drs. H. Mukhtarudin, selaku key note speaker memaparkan mulai dari bonus demografi yang dimiliki Indonesia dan Fenomena Global, Aging population.

Sementara Indonesia memiliki banyak pekerja di usia produktif sementara pada beberapa negara populasinya lebih banyak penduduk pada usia pasca produktif. Hal ini tentu menciptakan ratusan ribu peluang kerja yang baru diisi sekitar 20 persen oleh Indonesia.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) , Drs. H. Mukhtarudin

“Untuk dapat memanfaatkan peluang tersebut kita perlu mengadakan program penyiapan pelatihan dan vokasi, serta mensisialisasikan agar pencari kerja dapat menjadi migran aman yaitu siap dokumen legalitas, siap kompetensi, dan siap mental,” Papar Drs. H. Mukhtarudin

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih yang lebih akrab dipanggil Demer menyatakan jika acara talk show yang digelar kali ini memberi wawasan lebih luas tentang peluang kerja di luar negeri.

“Peluang ini sebaiknya dapat dimanfaatkan oleh pencari kerja asal Bali, karena Bali memiliki banyak keunggulan dibandingkan daerah lain, seperti kemampuan berbahasa asing dan hospitality,” Papar Demer

Gde Sumarjaya Linggih, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali

Demer : Buka Sekolah Vokasi Diluar wilayah Bali Selatan

Demer yang saat ini menjabat sebagai anggota Fraksi Partai Golkar DPRRI Dapil Bali ini menekankan pentingnya membangun sekolah vokasi guna meningkatkan kompetensi calon pekerja migran asal Bali.

“Tentunya Sekolah-sekolah vokasi ini dibangun di luar wilayah Bali Selatan. Selain guna pemerataan pembangunan, juga agar calon siswa yang berasal dari daerah tidak lagi terbebani oleh biaya kos yang tinggi di wilayah Bali Selatan,” tutur Demer dengan wajah serius.

Sejalan dengan itu, wakil Ketua Bidang Tenaga Kerja dan Pelindungan Tenaga Kerja Migran, I Nyoman Diana menyampaikan komitmen Partai Golkar Bali dalam membantu calon Pekerja Migran Indonesia untuk dapat disalurkan bekerja di luar negeri baik itu untuk pekerjaan di darat maupun di laut seperti sebagai awak kapal pesiar.

“Kami di Golkar telah memiliki Koperasi Jasa Swadarma Guna Karya. Koperasi ini sejak beberapa tahun lalu sudah banyak membantu pembiayaan keberangkatan CPMI. Kedepan tentunya akan ada inovasi lainnya,” Ujar I Nyoman Diana menutup perbincangan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *