Dirintelkam Polda Bali Kombes Pol. Andy Ervyn, SIK., MH., saat pertemuan dengan Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali Ngurah Satria Wardana, SH., MH., (FOTO : Ist)

Jaga Bali Tetap Sejuk, Polda Bali dan Biro Hukum Pemprov Bali Pererat Sinergi

Dirintelkam Polda Bali Kombes Pol. Andy Ervyn, SIK., MH., saat pertemuan dengan Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali Ngurah Satria Wardana, SH., MH., (FOTO : Ist)

Denpasar, Kita Indonesia – Suasana hangat menyelimuti pertemuan antara jajaran Direktorat Intelkam Polda Bali dengan Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Bali di Warung Be Sanur, Denpasar.

Sambil menikmati hidangan khas lokal, kedua instansi ini duduk bersama untuk menyatukan visi demi menjaga keamanan dan kenyamanan Pulau Dewata.Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa.

Dirintelkam Polda Bali Kombes Pol. Andy Ervyn, SIK., MH., menekankan bahwa Bali, sebagai destinasi dunia, butuh perhatian ekstra. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pemanfaatan aplikasi Cakrawasi.

“Kami ingin memastikan setiap wisatawan asing yang datang terdata dengan baik demi mencegah tindak pidana. Ke depannya, ini akan diperkuat dengan peraturan Kapolda agar sejalan dengan upaya Pemprov Bali dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Dirintelkam.

Tak hanya soal turis, pertemuan ini juga menyentuh isu sosial terkait gesekan antarkelompok penduduk. Kepolisian mengajak pemerintah daerah untuk bersama-sama merangkul semua lapisan masyarakat agar karakter Bali yang damai tetap terjaga.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali Ngurah Satria Wardana, SH., MH., menyambut baik langkah proaktif kepolisian.

Ia memaparkan bahwa saat ini Bali tengah mengoptimalkan Pungutan Wisatawan Asing (PWA) sebesar Rp150.000 untuk membangun fasilitas publik, termasuk rencana besar pengelolaan sampah terpadu yang akan dimulai tahun 2027.

“Kami butuh masukan dari pihak Kepolisian, terutama dalam mengawal kebijakan atau Perda agar tidak menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Sinergi ini adalah fondasi agar Bali tetap aman bagi siapa saja,” ungkapnya.

Diskusi yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut diakhiri dengan komitmen bersama: menjaga stabilitas keamanan Bali bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab kolaboratif demi masa depan pariwisata dan harmoni sosial. (awd)

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *