Yuli Utomo terima penghargaan dalam ajang Conference Future Education 2026 Bangkok, Thailand.

Yuli Utomo Unjuk Kemampuan dalam Konferensi Intenasional Tentang Pendidikan di Thailand

Yuli Utomo terima penghargaan dalam ajang Conference Future Education 2026 Bangkok, Thailand.

KitaIndonesia, Denpasar – Sebanyak 159 peserta yang merupakan para pendidik, peneliti, dan pembuat kebijakan ikut meramaikan acara Conference Future Education 2026 Bangkok, Thailand, 9-10 Juli 2026.

Dalam ajang ini, mahasiswa prodi hukum program doktor (S3) pascasarjana Universitas Warmadewa, Adv. Yuli Utomo.,SH.,MH.,C.Med terpilih sebagai The best Social Media Ambassador.

“Dari ratusan peserta, ada tiga orang yang mendapat penghargaan. Saya, kemudian peserta dari Australia dan Thailand,” terang Yuli Utomo, Sabtu (11/7/2026) di Denpasar.

Conference Future Education 2026 Bangkok, Thailand merupakan konferensi internasional yang membahas inovasi, kolaborasi, dan integrasi teknologi di dunia pendidikan.

Salah satu topiknya yakni membahas berbagai macam bidang penting seperti tren dan inovasi teknologi pendidikan, pengembangan kurikulum, kesehatan mental siswa, metode penilaian inovatif, hingga transformasi digital di dunia pengajaran.

Di sana, Yuli Utomo membawa materi berjudul dimensi edukasi dan teknologi dalam perlindungan hukum bagi penyandang gangguan mental di industri parisiwata berdasarkan Undang-undang nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan di Indonesia.

Dalam paparannya, ia menyatakan bahwa kesehatan mental merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin oleh UUD 1945 dan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Kemudian membahas tentang industri pariwisata melibatkan interaksi berbagai pihak, termasuk wisatawan, pekerja, dan masyarakat lokal yang memiliki kerentanan kesehatan mental.

Selanjutnya dipaparkan masih ditemukan stigma, diskriminasi, dan keterbatasan akses perlindungan hukum bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Serta transformasi digital dan pendidikan menjadi instrumen penting dalam memperkuat implementasi perlindungan hukum.

Ia juga menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara norma hukum dan praktik perlindungan ODGJ di sektor pariwisata, perlindungan hukum tidak cukup hanya melaluiregulasi.

Pendidikan dan teknologi merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan efektivitas implementasi hukum, integrasi hukum, pendidikan, dan teknologi mendukung pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam rekomendasinya, Yuli menyatakan bahwa integrasi kesehatan mental dalam kurikulum pendidikan pariwisata.

Pengembangan platform e-learningnasional, kemudian penerapan sistem monitoring kepatuhan berbasis digital, penyusunan SOP perlindungan ODGJ di destinasi wisata, serta penguatan kolaborasi pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat.

Presentasi materinya kemudian dinilai oleh Prof. DR. Ida Fatmawati Bt Adi Badiozaman selaku Wakil Rektor Bidang Penelitian Universitas Teknologi Swinburne Sarawak Malaysia, dan DR. Reginald Gerald Govender, pengajar Universitas KwaZulu-Natal, Afrika Selatan.

Selanjutnya penghargaan diserahkan oleh DR. Brian D Beitzel, selaku Wakil Dekan dan Profesor Sekolah Pendidikan, Ekologi Manusia, dan Studi Olahraga SUNY Oneonta, AS, bersama Mr. Isanka P Gamage yang merupakan Pendiri Bersama & Direktur Pelaksana Institut Internasional Manajemen Pengetahuan (TIIKM), Sri Lanka.

“Tentunya dengan penghargaan ini saya sangat bangga dan bahagia, karena sebagai mahasiswa dan ahli hukum bisa berprestasi di dunia pendidikan, serta turut engharumkan nama Kampus Warmadewa,” tuturnya. (awd)

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *