Yudisium XXXVII Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik & Program Studi Administrasi Bisnis STISPOL Wira Bhakti Denpasar

Dr. Sugiartana tegas : Tidak Ada Sarjana Bodong pada Yudisium XXXVII STISPOL Wira Bhakti Denpasar

Kita Indonesia, Denpasar – Sebanyak 112 mahasiswa resmi mengikuti Yudisium XXXVII yang digelar di Aula Kampus Kebangsaan STISPOL Wira Bhakti Denpasar, Selasa (30/6/2026).

Yudisium menjadi penanda berakhirnya masa studi para mahasiswa sekaligus awal perjalanan baru sebagai sarjana yang siap mengabdikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.

Prosesi yudisium diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Nomor 260/2.a.3/VI/2026 tentang Yudisium Mahasiswa Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang ditandatangani oleh Ketua STISPOL Wira Bhakti Denpasar, Dr. Ir. I Wayan Sugiartana, S.T., M.M., tertanggal 29 Mei 2026.

Dalam SK tersebut ditegaskan bahwa para mahasiswa yang diyudisium telah memenuhi seluruh persyaratan akademik untuk memperoleh gelar sarjana sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, para lulusan juga diingatkan mengenai kewajiban moral dan akademik setelah menyelesaikan pendidikan, yakni :

  • mengamalkan, mengabdikan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimiliki kepada masyarakat, bangsa, dan negara;
  • melestarikan serta mengamalkan Jiwa, Semangat, dan Nilai-Nilai 1945 (JSN 45) sebagai ciri khas sarjana dan visi STISPOL Wira Bhakti;
  • serta menjaga perilaku pribadi dan nama baik almamater STISPOL Wira Bhakti Denpasar

Ketua Program Studi Administrasi Publik, Moch Noor, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa yudisium merupakan salah satu momen paling bersejarah dalam kehidupan mahasiswa karena menjadi bukti keberhasilan melewati berbagai tantangan akademik selama menempuh pendidikan.

“Selama delapan semester kalian telah melewati banyak proses, mulai dari tugas, ujian, penelitian hingga berbagai tantangan lainnya. Tidak semua perjalanan itu mudah, tetapi hari ini kalian membuktikan mampu melewatinya. Ini adalah hari yang sangat bersejarah,” ujarnya.

Ketua Program Studi Administrasi Publik, Moch Noor, S.Sos., M.Si.

Ia menjelaskan, peserta Yudisium Program Studi Administrasi Publik Angkatan XXXVII berjumlah 90 mahasiswa, terdiri dari 46 laki-laki dan 44 perempuan.

Di hadapan para calon alumni, Noor menitipkan pesan agar para lulusan tetap menjaga nama baik STISPOL Wira Bhakti setelah memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

“Ingat, STISPOL Wira Bhakti ada di pundak kalian. Jagalah almamater sebagaimana kalian menjaga ibu sendiri. Kampus ini telah membentuk dan melahirkan kalian menjadi sarjana Administrasi Publik. Ke mana pun kalian melangkah, bawalah nama baik STISPOL Wira Bhakti,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Administrasi Bisnis, Ni Made Puriati, S.A.B., M.M., menyampaikan bahwa pada tahun ini sebanyak 22 mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis mengikuti yudisium, terdiri dari 13 perempuan dan 9 laki-laki.

Menurutnya, capaian akademik mahasiswa Administrasi Bisnis patut diapresiasi karena sebanyak 40 persen mahasiswa berhasil mempublikasikan karya ilmiah pada jurnal bereputasi, termasuk jurnal internasional.

Prestasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa STISPOL Wira Bhakti dalam berkompetisi di dunia akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

“Keberhasilan itu lahir dari ketekunan, disiplin, dan semangat belajar yang terus dijaga selama kuliah. Publikasi ilmiah yang berhasil diraih mahasiswa menjadi kebanggaan bagi program studi sekaligus mengangkat nama STISPOL Wira Bhakti di tingkat nasional maupun internasional,” kata Puriati.

Ketua Prodi Administrasi Bisnis, Ni Made Puriati, S.A.B., M.M.

Dosen wanita berparas ayu ini juga menambahkan bahwa STISPOL Wira Bhakti tidak hanya berfokus mencetak lulusan, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang siap menghadapi dinamika dunia kerja, dunia usaha, dan perkembangan teknologi.

“Kami ingin lulusan STISPOL Wira Bhakti menjadi pribadi yang adaptif, inovatif, dan mampu membawa perubahan di lingkungan kerja maupun masyarakat. Yudisium bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Sebagai kampus yang mengusung semangat kebangsaan, STISPOL Wira Bhakti juga dikenal memiliki sistem pembelajaran yang fleksibel, sehingga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk kuliah sambil bekerja.

Model pembelajaran ini menjadi salah satu keunggulan kampus karena mampu mengakomodasi kebutuhan mahasiswa yang ingin meningkatkan kompetensi akademik tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Tidak sedikit mahasiswa yang telah bekerja di sektor pemerintahan, swasta, maupun wirausaha berhasil menyelesaikan studi tepat waktu berkat fleksibilitas sistem perkuliahan yang diterapkan.

Ketua STISPOL Wira Bhakti Denpasar, Dr. Ir. I Wayan Sugiartana, S.T., M.M.

Puncak acara berlangsung penuh semangat saat Ketua STISPOL Wira Bhakti Denpasar, Dr. Ir. I Wayan Sugiartana, S.T., M.M., naik ke podium. Dengan tangan mengepal ke atas, ia memimpin pekik “Merdeka!” sebanyak tiga kali yang disambut antusias oleh seluruh peserta dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Sugiartana menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan para mahasiswa yang telah menuntaskan delapan semester pendidikan dan kini berhak menyandang gelar sarjana.

“Saya berani jamin seluruh peserta yudisium hari ini tidak ada yang bergelar sarjana bodong. Saya sendiri secara langsung mengikuti seluruh proses pendaftarannya dan status kelulusan mereka dapat divalidasi melalui database Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti),” tegas Sugiartana yang langsung disambut tepuk tangan meriah peserta yudisium.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan komitmen STISPOL Wira Bhakti Denpasar dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi, transparansi akademik, dan legalitas setiap lulusan yang dihasilkan. Dengan demikian, para lulusan tidak hanya memperoleh gelar sarjana secara sah, tetapi juga memiliki kompetensi yang siap diterapkan di dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua LVRI Bali saat memimpin pelaksanaan mengheningkan cipta

Acara Yudisium XXXVII STISPOL Wira Bhakti Denpasar turut dihadiri oleh Ketua LVRI Provinsi Bali, jajaran Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP), dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga mahasiswa yang memberikan dukungan dan apresiasi atas keberhasilan para lulusan.

Dengan terselenggaranya yudisium ini, STISPOL Wira Bhakti Denpasar kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan sarjana berkualitas, berintegritas, berjiwa kebangsaan, serta siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *