Kita Indonesia, Denpasar – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII menggelar kegiatan “Semiloka Berdampak Link and Match antara Perguruan Tinggi di LLDIKTI Wilayah VIII dengan Mitra DUDIKA se-Provinsi Bali”. Acara ini berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026, bertempat di Aula Bima LLDIKTI Wilayah VIII, Denpasar, Bali.
Semiloka ini mengundang para Rektor, Ketua, dan Direktur Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Provinsi Bali, serta jajaran pengelola kerja sama dan LPPM dari masing-masing institusi. Agenda utama kegiatan ini berfokus pada pembangunan ekosistem kolaboratif demi mendukung inovasi yang berkelanjutan serta meningkatkan mutu pendidikan dan riset secara merata.
Diantara para peserta nampak hadir dari STISPOL Wira Bhakti Denpasar. Kehadiran aktif perwakilan dari STISPOL Wira Bhakti dalam forum ini menjadi bukti nyata komitmen serius pihak kampus dalam merespons cepat arah kebijakan LLDIKTI guna mendongkrak mutu pendidikan, riset, serta penguatan tata kelola kelembagaan secara berkelanjutan.

Komitmen Kuat Kepala LLDIKTI Wilayah VIII
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Prof. Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU, ASEAN.Eng. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya membangun kerja sama yang kokoh dan berdampak nyata bagi ekosistem pendidikan tinggi. Beliau juga memberikan kabar terbaru mengenai pelaksanaan Anugerah Kerja Sama Diktisaintek.
”Penganugerahan kerja sama yang biasanya dilaksanakan pada bulan Desember, kini dipercepat menjadi bulan Agustus,” ungkapnya.
Beliau menambahkan bahwa ajang penghargaan bergengsi tersebut nantinya akan dilaksanakan di Surabaya, Jawa Timur, dengan menggandeng tiga perguruan tinggi besar—ITS, Unair, dan UB—sebagai host bersama.

Empat Strategi Utama Penguatan Kerja Sama
Menyelaraskan dengan topik utama semiloka, dalam sambutannya dipaparkan empat fokus capaian yang harus dikejar oleh seluruh perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII:
Fokus Capaian IKU Kerja Sama: Perguruan tinggi diharapkan memusatkan perhatian pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya yang dikemas dalam kerangka kerja sama strategis.
Hilirisasi Riset dan Peningkatan Kapasitas Dosen: Mendorong para dosen untuk melakukan komersialisasi dan hilirisasi hasil riset agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat dan sektor industri.
Sinergi Quadruple Helix: Memperkuat jalinan kolaborasi terintegrasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha/dunia industri (DUDI/DUDIKA), serta peran media.
Sosialisasi dan Publikasi Humas: Mengoptimalkan peran tim humas di setiap institusi secara khusus untuk memasifkan publikasi keberhasilan serta capaian kerja sama yang telah dilakukan.
Rangkaian Agenda Strategis
Usai pembukaan resmi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, semiloka dilanjutkan dengan serangkaian pemaparan materi dari para pakar yang kompeten di bidangnya. Agenda diawali dengan materi Laporan Pencapaian IKU 5 Perguruan Tinggi oleh Biro Perencanaan dan Kerja Sama.
Selanjutnya, sesi kedua membahas mengenai Peningkatan Kapasitas Dosen melalui Hilirisasi Hasil Riset PT yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Ir. I Ketut Widnyana, M.Si. Memasuki sesi siang setelah istirahat, Ir. A.A.N. Rai Indra Wardana, M.T. memaparkan materi krusial mengenai Sinergi Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha untuk Penguatan Potensi Unggulan Daerah. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi Sosialisasi Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026 kembali oleh Biro Perencanaan dan Kerja Sama.
Melalui pelaksanaan semiloka ini, LLDIKTI Wilayah VIII berharap seluruh perguruan tinggi swasta di Bali mampu bergerak cepat meningkatkan kualitas mutu akademiknya melalui kolaborasi link and match yang terarah, sehat, dan berdampak luas bagi kemajuan daerah.