Adv. Yuli Utomo, SH., MH., C.Med bersama pengurus Yayasan Sole Family Bali. Foto : Ist

Berkontribusi di Bidang Kesehatan, Yuli Utomo Masuk Nominasi DPD RI Awards 2026

Adv. Yuli Utomo, SH., MH., C.Med bersama pengurus Yayasan Sole Family Bali. Foto : Ist

KitaIndonesia.com, Denpasar – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggelar DPD Awards 2026. Dalam ajang ini, Ketua Yayasan Sole Family Bali, Adv. Yuli Utomo, SH., MH., C.Med., terpilih sebagai salah satu 50 besar peserta Bidang Kesehatan dari Bali, Indonesia.

Pencapaian ini merupakan apresiasi atas komitmen dan pengabdian dalam memperjuangkan kesehatan, martabat kemanusiaan, kesetaraan, serta perlindungan dan inklusi sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi Yayasan Sole Family Bali untuk terus hadir, melayani, dan memberikan dampak nyata bagi sesama,” ucap Yuli Utomo kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).

Dirinya menambahkan, dukungan masyarakat Bali khususnya, dan Indonesia untuk membuktikan bawah Yuli Utomo melalui yayasan SoleFamilyBali menjadi yang terbaik.

Ini bukan pertama kali Yuli Utomo memperoleh reward. Mahasiswa S3 Universitas Warmadewa yang juga berprofesi sebagai lawyer ini, kerap mendapat penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional.

SalaH satunya ia dinobatkan sebagai Best Presentation pada World Disability and Rehabilitation Conference (WDRC 2026) ke-11 yang diselenggarakan di Bali, 10-11 Agustus 2026.

Konferensi internasional ini mempertemukan sekitar 200 peserta dari 27 negara. Mereka merupakan akademisi, peneliti, spesialis disabilitas, praktisi hukum, dan pembuat kebijakan untuk membahas inklusi disabilitas, rehabilitasi, kesehatan mental, dan hak asasi manusia.

Dalam konferensi, Yuli Utomo mempresentasikan penelitiannya di hadapan panel akademik internasional yang terdiri dari Profesor Mercy Tshilidzi Mauladzi (Mushamba) dari University of Venda, Afrika Selatan, dan Dr. Neha Aneja, Associate Professor di Campus Law Centre, Fakultas Hukum, University of Delhi, India.

Penelitiannya mengkaji bagaimana perlindungan hukum di Indonesia bagi penyandang gangguan mental dapat diperkuat dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip yang terdapat dalam hukum adat Bali dan struktur sosial berbasis komunitas.

Di mana penelitian tersebut menegaskan bahwa perlindungan bagi penyandang gangguan mental tidak hanya terbatas pada regulasi kesehatan, tetapi juga mencakup isu fundamental seperti martabat manusia, kesetaraan, non-diskriminasi, inklusi sosial, dan akses terhadap keadilan.

Selain itu, Yuli Utomo juga pernah memperoleh penghargaan 10 Besar Finalis DPD RI Awards 2025 “Dari Daerah Kita Bersatu, untuk Indonesia Maju” Kategori Pembangunan Sosial & Kesehatan.

Penghargaan diberikan atas prestasi luar biasa, dedikasi tinggi dan kontribusi nyata dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inovatif dan berkelanjutan.

Sebelumnya Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyatakan bahwa DPD RI Awards 2026 merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-22 DPD RI.

Acara ini digelar untuk memberikan penghargaan kepada para tokoh/individu daerah yang telah memberi kontribusi nyata untuk bangsa, yang selama ini belum tersorot dan terekspos secara luas.

“Dari aspirasi yang masuk menyebutkan jika banyak tokoh di daerah yang belum terperhatikan. Acara ini merupakan aspirasi dari masyarakat yang ada di daerah-daerah,” ucapnya kepada awak media.

Dirinya lalu menjelaskan, DPD Awards membuka 4 bidang kategori penghargaan, yani di bidang Pendidikan, Kesehatan, Ketahanan Pangan, serta Seni dan Budaya.

Melalui DPD Awards, pihaknya akan menjaring para tokoh daerah yang telah berkontribusi di bidangnya masing-masing. Proses DPD RI Awards juga dinyatakan bebas dari intervensi. (awd)

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *