Dukung Koster Sukseskan GENTASKIN 2026, STISPOL Wira Bhakti Siapkan Mahasiswa Untuk Penggerak Pengentasan Kemiskinan

DENPASAR – STISPOL Wira Bhakti Denpasar menegaskan komitmennya untuk mendukung Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera (GENTASKIN) 2026 yang diluncurkan Gubernur Bali I Wayan Koster di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali. Program yang melibatkan lebih dari 12.000 mahasiswa dari 38 perguruan tinggi di Bali tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran mahasiswa sebagai agen pembangunan sekaligus penggerak pengentasan kemiskinan di Bali.

Ketua STISPOL Wira Bhakti Denpasar, Dr. Ir. I Wayan Sugiartana, MM, yang akrab disapa Sugik, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan ilmu pengetahuan, hasil penelitian, dan program pengabdian benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dr. I Wayan Sugiartana, S.T., M.M., Ketua STISPOL Wira Bhakti Denpasar

Menurutnya, GENTASKIN menjadi ruang kolaborasi yang efektif antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan di tingkat desa.

“Program ini merupakan langkah yang sangat baik karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung di tengah masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga hadir untuk membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Sugik.

Ia menegaskan bahwa STISPOL Wira Bhakti selama ini mendorong mahasiswa untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara nyata melalui berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Hasil-hasil riset yang lahir dari lingkungan kampus, lanjutnya, harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tidak berhenti sebagai kajian akademik semata.

“Perguruan tinggi berperan penting melalui inovasi, penelitian, dan pengabdian. Semua itu harus berdampak riil bagi masyarakat. Karena itu, mahasiswa perlu hadir langsung untuk memahami kondisi masyarakat sekaligus menawarkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” tegasnya.

Sugik menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi muda yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh di kampus, mahasiswa dapat menjadi ujung tombak pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga pendampingan program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Ia juga meyakini bahwa upaya pengentasan kemiskinan akan lebih efektif apabila melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah. Melalui pendekatan berbasis riset dan pengabdian yang berkelanjutan, berbagai persoalan masyarakat dapat diidentifikasi secara lebih tepat sehingga solusi yang diberikan menjadi lebih terukur dan berdampak.

“Penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri. Perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pemerintah merumuskan dan menjalankan program-program yang tepat sasaran. Karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam GENTASKIN menjadi sangat penting,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster dalam peluncuran GENTASKIN 2026 menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, keterlibatan lebih dari 12 ribu mahasiswa menjadi kekuatan besar untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di Bali, termasuk pengelolaan sampah, pemberdayaan UMKM, pemasaran produk lokal, pelestarian budaya, hingga percepatan pengentasan kemiskinan.

“Mahasiswa harus menjadi problem solver, motivator, sekaligus future leader yang hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi nyata bagi pembangunan Bali,” ujar Koster.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, STISPOL Wira Bhakti optimistis Program GENTASKIN 2026 akan menjadi momentum penting dalam memperkuat kontribusi mahasiswa bagi pembangunan Bali yang maju, mandiri, dan sejahtera. Melalui keterlibatan aktif di tengah masyarakat, mahasiswa tidak hanya mengasah kapasitas akademik, tetapi juga membangun kepedulian sosial serta menghadirkan perubahan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Bali.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *