Kita Indonesia, Badung— Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali, khususnya di wilayah Badung dan Denpasar, kini berada pada tahap yang semakin meresahkan. Sejak beberapa hari terakhir, antrean kendaraan terpantau mengular panjang hingga lebih dari satu kilometer di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Kondisi ini tidak hanya memicu kemacetan parah yang melumpuhkan mobilitas warga, tetapi juga memukul urat nadi aktivitas ekonomi. Banyak pengendara yang harus kelelahan menunggu berjam-jam, sementara sebagian lainnya terpaksa gigit jari karena kehabisan stok dan harus membeli bensin eceran dengan harga selangit hingga Rp 25 ribu per botol.
Ketidakpastian pasokan ini jelas semakin menambah beban dan menyusahkan kehidupan sehari-hari masyarakat Badung.
Merespons jeritan warga yang kelelahan dan frustrasi di tengah antrean panjang, jajaran Partai Golkar Kabupaten Badung langsung mengambil langkah nyata. Mereka menggelar aksi sosial pendistribusian air mineral dengan prioritaskan di beberapa titik krusial, mulai dari kawasan Gatsu Barat hingga ujung selatan di Nusa Dua.

Di kawasan Gatsu Barat, jajaran pengurus dan kader Golkar Kuta Utara tampak tak kenal lelah. Hingga gelap petang, mereka tetap bersemangat turun ke jalan membagikan berdus-dus air minum kepada ribuan warga yang masih berjubel mengantre di SPBU. Kehadiran mereka memberikan sedikit oase di tengah kepanikan warga yang takut kehabisan bahan bakar.
Pemandangan serupa juga tersaji di SPBU Bypass Ngurah Rai, Nusa Dua. Aksi solidaritas di titik ini dikomandani langsung oleh I Wayan Sukses. Sejumlah pemuda berseragam loreng khas Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) tampak bahu-membahu memikul tumpukan kardus air mineral.

Terpantau sampai dengan pukul 21.30 malam para pemuda berseragam AMPG menyisir antrean dan membagikannya langsung kepada para pengendara motor maupun mobil yang wajahnya sudah pucat kelelahan akibat lamanya durasi antrean.
Selaku inisiator aksi sosial ini, I Wayan Sukses menegaskan bahwa gerakan ini adalah murni bentuk empati dan panggilan kemanusiaan dari kader partai beringin.

Lebih lanjut, ia juga mendesak agar otoritas terkait segera menemukan solusi konkret atas krisis energi yang melanda Bali ini. “Aksi sosial ini adalah penanganan darurat dari kami untuk warga. Namun, yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kepastian pasokan. Kami menuntut pihak terkait segera menormalkan kembali distribusi BBM, agar warga Badung bisa kembali beraktivitas dengan tenang dan roda ekonomi tidak semakin lumpuh,” tegasnya menutup percakapan.